<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5815905106224251294</id><updated>2011-11-20T21:02:21.603+07:00</updated><category term='konsep realitas'/><category term='pemicu gairah'/><category term='purnakarya'/><category term='kapasitas pabrik'/><category term='penguras septic tank'/><category term='bisnis pensiunan'/><category term='pensiun dini'/><category term='usaha sampingan'/><category term='usaha kecil'/><category term='realitas'/><category term='idul fitri'/><category term='baglog jamur'/><category term='perubahan'/><category term='purnabhakti'/><category term='bisnis jamur'/><category term='produk olahan jamur'/><category term='proses produksi'/><category term='teknik industri'/><category term='lebaran'/><category term='usaha jamur'/><category term='penambahan wawasan'/><category term='manfaat pensiun'/><category term='THR'/><category term='sistem produksi'/><category term='anak'/><category term='kerja dari rumah'/><category term='praktek bisnis'/><category term='pensiunan'/><category term='strategi keluar'/><category term='WC mampet'/><category term='etos kerja'/><category term='produk inovatif'/><title type='text'>Blog Pensiun Dini</title><subtitle type='html'>Transformasi karyawan menjadi usahawan atau pengangguran</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://suarakelana.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5815905106224251294/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suarakelana.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Moci</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11761429467823316186</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>22</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5815905106224251294.post-3080924695831871417</id><published>2010-09-14T01:18:00.003+07:00</published><updated>2010-09-14T01:54:12.595+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='idul fitri'/><title type='text'>Idul Fitri Pertama Setelah Pensiun Dini</title><content type='html'>Idul Fitri 1 Syawal 1431 H ini adalah Idul Fitri pertama saya setelah menjalani &lt;a href="http://suarakelana.blogspot.com/"&gt;pensiun dini&lt;/a&gt;. Sebagaimana juga suasana Ramadhan yang terasa berbeda, suasana Idul Fitri juga punya perbedaan dibanding semasa masih bekerja. Perbedaan yang terjadi akibat perubahan beban tugas dan lingkungan sosial tentunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tidak ada tugas rutin lagi, saya memiliki kebebasan untuk mengatur waktu menghadapi lebaran,seperti acara mudik dan kunjungan dan sebagainya. Saya tidak perlu pusing memikirkan pengaturan cuti tahunan agar masih bersisa untuk keperluan insidentil lainnya. Termasuk mengatur jadwal tugas piket yang menjadi pekerjaan rutin tiap hari raya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tapi harus saya akui ada satu hal yang hilang kali ini. Yaitu momen bersalam-salaman saling memaafkan pada hari pertama kerja setelah libur Idul Fitri. Tentu saja saya tetap akan datang menjumpai para sahabat di kantor lama saya, tapi waktunya perlu dicari yang lebih tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sedikit nuansa berbeda berkaitan dengan kegiatan bisnis yang saya lakukan. Paling tidak saya mesti memikirkan Tunjangan Hari Raya (THR) buat orang-orang yang terlibat di dalamnya. Yang jelas ada perbedaan tentang apa yang harus dipikirkan menjelang hari raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan yang baik ini, saya mengucapkan Selamat Idul Fitri buat sobat-sobat semua yang tidak bisa saya jumpai. Minal Aidin Wal Faizin. Mohon maaf lahir dan batin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat rekan-rekan sesama pensiunan, semoga bisa menghadapi Idul Fitri ini dengan perasaaan bahagia dan diberi kesehatan jasmani-rokhani. Apa yang dicita-citakan setelah pensiun dini semoga dapat terkabul. Salam untuk keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat rekan-rekan yang masih bekerja, semoga kesuksesan selalu menyertai anda. Yang ingin &lt;a href="http://www.suarakelana.com/2010/04/10/mau-naik-pangkat-ini-caranya/"&gt;naik pangkat&lt;/a&gt; bisa segera terkabul, dan yang ingin mutasi bisa terlaksana sesuai keinginannya. Salam juga untuk keluarga semua.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5815905106224251294-3080924695831871417?l=suarakelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suarakelana.blogspot.com/feeds/3080924695831871417/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suarakelana.blogspot.com/2010/09/idul-fitri-pertama-setelah-pensiun-dini.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5815905106224251294/posts/default/3080924695831871417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5815905106224251294/posts/default/3080924695831871417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suarakelana.blogspot.com/2010/09/idul-fitri-pertama-setelah-pensiun-dini.html' title='Idul Fitri Pertama Setelah Pensiun Dini'/><author><name>Moci</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11761429467823316186</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5815905106224251294.post-8748232624938797741</id><published>2010-09-08T03:14:00.003+07:00</published><updated>2010-09-08T03:59:18.390+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='THR'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lebaran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='idul fitri'/><title type='text'>Tunjangan Hari Raya atau THR</title><content type='html'>Satu istilah yang dahulu sangat akrab di telinga dan kini tak terdengar lagi setelah &lt;a href="http://suarakelana.blogspot.com/"&gt;pensiun dini&lt;/a&gt; adalah THR.Ya eyalah, namanya juga sudah pensiun, mosok sih masih mikirin masalah THR ? Sebenarnya bukannya memikirkan, cuma aneh saja kehilangan satu kosa kata tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah THR memang amat lekat dengan kehidupan seorang karyawan. Sekian hari menjelang hari raya Idul Fitri merupakan saat yang ramai karyawan berbincang tentang THR. Apalagi kalau sudah mendekati waktunya ternyata belum keluar juga, semakin seru pembahasan seputar hal itu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Namun kita juga tahu bahwa tidak setiap karyawan bisa menikmati THR. Dari tayangan setasiun televisi, kita saksikan masih banyak perusahaan yang belum mampu memberikan THR bagi karyawannya. Tentu saja alasannya adalah kemampuan perusahaan yang tidak memungkinkan. Amat memprihatinkan !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari perlu atau tidaknya, kita tahu bahwa tradisi di negara kita dalam merayakan lebaran selalu berkaitan dengan pengeluaran yang meningkat. Tak bisa dihindari karena kita hidup bermasyarakat. Pakaian, atau setidaknya makanan, pasti diperlukan lebih khusus dibanding hari-hari biasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi bagi yang punya acara mudik. Kebutuhan biaya pasti akan meningkat jauh lebih tinggi. Dan bukan hal yang mudah untuk mengumpulkan uang atau menabung untuk keperluan tersebut. Kebutuhan rutin bulanan saja sudah pas-pasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang bukan karyawan, pengusaha misalnya, atau pekerja mandiri, istilah THR mungkin memiliki pengertian berbeda. Mereka sudah terbiasa mengalokasikan dana untuk kebutuhan tersebut. Paling banter mereka berupaya memanfaatkan peluang secara lebih maksimal agar memiliki hasil cukup untuk merayakan hari raya. Pengusaha bahkan mesti memikirkan THR buat karyawannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan pensiunan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pensiunan jelas harus lebih mampu mengelola dananya agar siap menghadapi kebutuhan insidentil seperti ini. Karena tidak ada lagi yang diharap kecuali dari apa yang dimilikinya saat pensiun. Harus mulai terbiasa tidak tergantung kepada pihak lain dan mengelola semuanya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan lebih baik lagi bila dana yang dimiliki sebagiannya telah diputar sebagai &lt;a href="http://www.suarakelana.com/2010/06/29/balik-modal-apa-sih-yang-dimaksud-modal-itu/"&gt;modal bisnis&lt;/a&gt;. Dengan demikian tidak ada lagi kebingungan setiap menghadapi hari raya. Semoga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Idul Fitri. Mohon maaf lahir dan batin.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5815905106224251294-8748232624938797741?l=suarakelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suarakelana.blogspot.com/feeds/8748232624938797741/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suarakelana.blogspot.com/2010/09/tunjangan-hari-raya-atau-thr.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5815905106224251294/posts/default/8748232624938797741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5815905106224251294/posts/default/8748232624938797741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suarakelana.blogspot.com/2010/09/tunjangan-hari-raya-atau-thr.html' title='Tunjangan Hari Raya atau THR'/><author><name>Moci</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11761429467823316186</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5815905106224251294.post-1585672571383500772</id><published>2010-08-13T03:07:00.002+07:00</published><updated>2010-09-10T01:01:44.107+07:00</updated><title type='text'>Ramadhan Pertama Sebagai Pensiunan</title><content type='html'>Alhamdulillah, akhirnya saya merasakan juga nuansa bulan &lt;a href="http://suarakelana.wordpress.com/2010/08/11/marhaban-yaa-ramadhan-esensi-puasa-ramadhan/"&gt;Ramadhan&lt;/a&gt; dalam status sebagai pensiunan. Sebenarnya sih biasa aja, cuma yang namanya pengalaman pertama kan pastilah ada sesuatu yang berbeda. Paling tidak, lebih bebas untuk bangun lebih siang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelihatannya sepele, cuma masalah bangun lebih siang. Tapi coba kalau bangun kesiangan saat masih bekerja, wah banyak implikasinya. Pertama, korupsi waktu. Bukannya meningkatkan ibadah malah menambah kesalahan. Lalu, memberi contoh buruk kepada bawahan. Berarti amanah telah dilanggar. Wah, pokoknya banyak deh implikasinya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Nah, kalau dalam posisi pensiunan seperti sekarang, jadwal pekerjaan bisa diatur sendiri. Kecuali kalau memang ada janji dengan orang lain, itu harus ditepati. Selebihnya bisa lebih fleksibel mengikuti kehendak hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lho, tapi kan ada bisnis yang harus diurus ? So pasti, dan itu ada yang mengurus rutinitasnya. Disitulah gunanya berbisnis menggunakan sistem, bukan jungkir balik sendirian. Jika telah berjalan dengan baik, bahkan jika ingin fokus sebulan untuk ibadah juga seharusnya bisa. Tanpa harus merugikan bisnis dan orang-orang di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belum sehebat itu, tapi sedang merintis ke arah itu. Makanya Ramadhan ini pun masih belum sepenuhnya bisa bebas dari segala urusan. Bahkan permasalahan sebenarnya cukup banyak. Tapi, sekali lagi, saya lebih punya keleluasaan menjadwalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi ya yang berbeda ? Oia, masalah kemacetan di jalan. Semasa bekerja, sering sekali saat waktu berbuka masih terjebak di kemacetan lalulintas. Sebenarnya jam pulang kerja sudah diatur lebih awal, tapi prakteknya jarang bisa dilaksanakan. Urusan pekerjaan selalu membuat pulang terlambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sekarang setelah &lt;a href="http://suarakelana.blogspot.com/"&gt;pensiun dini&lt;/a&gt; enggak ada lagi yang seperti itu. Jalanan memang semakin macet, tapi saya bisa menghindarinya dengan cara tidak berada di jalan. Kalau tidak amat mendesak, lebih baik bekerja dari rumah saja. Namanya juga pensiunan.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5815905106224251294-1585672571383500772?l=suarakelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suarakelana.blogspot.com/feeds/1585672571383500772/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suarakelana.blogspot.com/2010/08/ramadhan-pertama-sebagai-pensiunan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5815905106224251294/posts/default/1585672571383500772'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5815905106224251294/posts/default/1585672571383500772'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suarakelana.blogspot.com/2010/08/ramadhan-pertama-sebagai-pensiunan.html' title='Ramadhan Pertama Sebagai Pensiunan'/><author><name>Moci</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11761429467823316186</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5815905106224251294.post-4908430594052876326</id><published>2010-05-04T14:03:00.004+07:00</published><updated>2010-05-04T18:01:07.371+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manfaat pensiun'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='praktek bisnis'/><title type='text'>Manfaat Pensiun Bagi Anak</title><content type='html'>Waktu masih bekerja, jika mendengar istilah manfaat pensiun, itu berarti sejumlah uang yang diterima secara bulanan di masa pensiun. Di masyarakat lebih dikenal sebagai &lt;a href="http://suarakelana.blogspot.com/2010/05/manfaat-pensiun-bagi-anak.html"&gt;uang pensiun&lt;/a&gt;. Ada juga yang menyebutnya sebagai gaji pensiun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, &lt;a href="http://suarakelana.blogspot.com/2010/05/manfaat-pensiun-bagi-anak.html"&gt;manfaat pensiun&lt;/a&gt; yang akan saya tulis disini bukan dalam pengertian seperti di atas. Tapi manfaat non material yang dirasakan setelah tidak lagi direpotkan oleh tugas harian sebagai karyawan. Dari mulai penyaluran hobi dan kesenangan hingga masalah-masalah di seputar keluarga dan kemasyarakatan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam tulisan kali ini saya akan mengkhususkan diri dalam masalah anak. Bagaimana faktor anak dipertimbangkan saat &lt;a href="http://suarakelana.blogspot.com/2009/12/mengapa-pensiun-dini.html"&gt;mengambil keputusan pensiun&lt;/a&gt; dini, serta manfaat positif apa yang direncanakan bagi anak. Mari kita lihat bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak rekan-rekan saya yang tidak berani mengambil &lt;a href="http://suarakelana.blogspot.com/"&gt;program pensiun dini&lt;/a&gt; karena pertimbangan anak. Anak masih membutuhkan banyak biaya, anak tidak suka punya orang tua berstatus pensiunan, dan sebagainya. Saya pun menganggap hal-hal tersebut sebagai masalah serius dalam pengambilan keputusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukurlah anak saya tidak mempermasalahkan keputusan saya untuk &lt;a href="http://suarakelana.blogspot.com/"&gt;pensiun&lt;/a&gt;. Yang muncul malah pertanyaan lucu tapi penting, yaitu bagaimana nanti menulis pekerjaan orang tua di buku raport. Atau satu pertanyaan lagi berupa kepedulian, yaitu kegiatan yang akan saya lakukan selanjutnya setelah pensiun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang saya pikirkan dan rencanakan berkaitan dengan anak di &lt;a href="http://suarakelana.blogspot.com/"&gt;masa pensiun&lt;/a&gt;. Yaitu bisa menunggui dan memberi perhatian lebih kepada mereka di masa tahapan penting dalam perkembangan mereka. Hal yang tidak bisa sepenuhnya saya lakukan jika masih aktif bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak saya sulung duduk di tingkat 2, anak kedua kelas 1 SMA dan si bungsu kelas 1 SMP. Pada tahapan usia ini anak sudah bisa diajak diskusi lebih serius tentang kehidupan. Tidak cukup bila hanya istri saya yang mengawalnya, seperti saat mereka masih kecil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tidak hanya butuh wejangan dan teori, seperti yang sebelumnya selalu saya berikan karena keterbatasan waktu bersama mereka. Mereka butuh bimbingan langsung, contoh-contoh nyata. Dan terutama sekali, kita ada saat mereka butuhkan. Bukannya mengganggu mereka justru di saat mereka ingin sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, meski saya &lt;a href="http://suarakelana.blogspot.com/2010/02/tetap-sibuk.html"&gt;tidak menganggur&lt;/a&gt; 100% namun kegiatan usaha saya tidak terlalu menyita waktu. Banyak waktu saya tersedia buat mereka. Bahkan kegiatan usaha yang saya lakukan justru menjadi bagian dari pengajaran kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saya bicara mengenai kemandirian, tidak hanya mengandalkan lowongan kerja tapi harus mampu menciptakan usaha sendiri, saya bisa memberikan contoh nyatanya. Dan terlihat betul hasilnya. Jika sebelumnya anak-anak saya sangat konsumtif, sekarang ini mereka mulai kenal bagaimana berupaya untuk produktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si sulung sudah mulai bisa menghasilkan uang lewat kreasi sepatu lukisnya. Adik-adiknya mulai berlatih pemasaran dengan ikut serta menjual produk dari sang kakak. Situasnya menjadi kondusif untuk saya mulai mengenalkan praktek manajemen bisnis yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua aktifitas di atas saya kawal dan jaga agar mereka tetap tidak mengabaikan urusan sekolahnya. Kegiatan pendidikan mereka bisa saya pantau dan ikuti lebih cermat. Saat mereka usai mengikuti event tertentu dan sukses serta ingin berbagi cerita, saya siap mendengarkan dan mendiskusikannya. Apalagi bila mengalami kesulitan, saya ada untuk dimintakan bantuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya amat berhati-hati agar keberadaan saya tidak membuat mereka manja. Saya tetap mengatur jarak terhadap privacy mereka. Dan semua itu hanya bisa dilakukan bila kita memiliki waktu yang cukup untuk memahami mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sekilas &lt;a href="http://suarakelana.blogspot.com/2010/05/manfaat-pensiun-bagi-anak.html"&gt;manfaat pensiun&lt;/a&gt; yang kadang kurang diperhatikan namun amat penting bagi kehidupan keluarga. Bukan hanya uang, banyak manfaat lain yang anda rasakan setelah terjun di dalamnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5815905106224251294-4908430594052876326?l=suarakelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suarakelana.blogspot.com/feeds/4908430594052876326/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suarakelana.blogspot.com/2010/05/manfaat-pensiun-bagi-anak.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5815905106224251294/posts/default/4908430594052876326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5815905106224251294/posts/default/4908430594052876326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suarakelana.blogspot.com/2010/05/manfaat-pensiun-bagi-anak.html' title='Manfaat Pensiun Bagi Anak'/><author><name>Moci</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11761429467823316186</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5815905106224251294.post-1693125855836069651</id><published>2010-04-29T14:07:00.005+07:00</published><updated>2010-04-29T15:13:45.915+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='proses produksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kapasitas pabrik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis jamur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='baglog jamur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teknik industri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sistem produksi'/><title type='text'>Ilmu Saya Terpakai Juga Akhirnya</title><content type='html'>Bukannya selama bekerja enggak ada gunanya, tetapi beberapa ilmu yang saya dapatkan di bangku kuliah memang belum maksimal penerapannya. Padahal perusahaan sudah susah payah menyekolahkan saya. Siapa nyana ternyata setelah &lt;a href="http://suarakelana.blogspot.com/"&gt;pensiun dini&lt;/a&gt; malah berguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan basic teknik industri, saya memperoleh pelajaran tentang &lt;a href="http://suarakelana.blogspot.com/2010/04/ilmu-saya-terpakai-juga-akhirnya.html"&gt;sistem produksi, proses produksi, perencanaan tata letak fasilitas&lt;/a&gt;, dan beberapa ilmu lain yang cocok sekali bila diterapkan di industri manufaktur. Karena bekerja di industri pelayanan jasa, maka hanya beberapa pelajaran yang bisa diterapkan langsung. Selebihnya saya lebih memanfaatkan pola pikir yang terbentuk di bangku kuliah tersebut. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_l9oQTm9BlhM/S9k8hccTRMI/AAAAAAAAAJ0/-cyk6qTLBtM/s1600/baglog1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_l9oQTm9BlhM/S9k8hccTRMI/AAAAAAAAAJ0/-cyk6qTLBtM/s320/baglog1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465466168059053250" /&gt;&lt;/a&gt;Terus sekarang apa memang penerapannya ? Kerja lagi di pabrik ya ? Hohoho, tidak begitu ! Kebetulan salah satu usaha yang saya tekuni adalah usaha jamur, tepatnya dalam produksi &lt;a href="http://suarakelana.blogspot.com/2010/04/ilmu-saya-terpakai-juga-akhirnya.html"&gt;baglog jamur tiram&lt;/a&gt;. Outputnya digunakan untuk memasok para petani jamur. O ya, baglog jamur adalah media dan bibit jamur dengan bentuk seperti gambar di samping.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti pernah saya tulis sebelumnya, sebenarnya ini bukan usaha pribadi, tapi merupakan usaha kerjasama. Mitra usaha saya adalah pengusaha jamur yang sudah belasan tahun menggeluti bidang ini. Sesuai dengan permintaan pasar, kami harus memproduksi baglog jamur dengan kapasitas 3000 baglog per hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut mitra saya, untuk memenuhi &lt;a href="http://suarakelana.blogspot.com/2010/04/ilmu-saya-terpakai-juga-akhirnya.html"&gt;kapasitas produksi&lt;/a&gt; itu tinggal menambah alat rebus (sterilisasi) dengan kapasitas 3000 baglog. Saya mengiyakan saja karena dia yang sudah berpengalaman. Biar nanti saya mengevaluasinya sambil jalan. Soal produksi saya punya ilmunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinilah letak kelemahan banyak &lt;a href="http://suarakelana.blogspot.com/"&gt;usaha kecil&lt;/a&gt;. Mereka lemah dalam manajemen usaha. Mitra saya ini seperti kebanyakan pengusaha sejenisnya, tidak mengerti tentang kapasitas produksi. Jika alat rebusnya mampu merebus 4000 baglog, dikatakan kapasitas produksi 4000 baglog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal ada rangkaian proses produksi yang harus selaras agar lancar menghasilkan kapasitas harian. Jelas mereka tidak paham network planning dan &lt;a href="http://suarakelana.blogspot.com/2010/04/ilmu-saya-terpakai-juga-akhirnya.html"&gt;lintasan kritis&lt;/a&gt;. Hal inilah yang membuat kemampuan produksi menjadi tidak jelas ukurannya, walhasil pemenuhan permintaan juga mengecewakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan membekali bagian produksi dengan form-form isian, satu bulan pertama saya berhasil mengumpulkan data untuk evaluasi. Ternyata kemampuan harian rata-rata hanya 1000 baglog. Akhirnya kami sepakat untuk perlahan meningkatkannya hingga mencapai 3000 baglog per hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hal mudah. Disinilah pelajaran semasa di bangku kuliah memperoleh penerapannya. Setelah melengkapi sarana sesuai kapasitas yang direncanakan, &lt;a href="http://suarakelana.blogspot.com/2010/04/ilmu-saya-terpakai-juga-akhirnya.html"&gt;alur produksi&lt;/a&gt; diperbaiki dan distandarkan, akhirnya tinggal masalah tersulit :  faktor manusia atau pekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlalu panjang jika saya uraikan lengkap disini. Pada intinya, hasil perbaikan tersebut telah meningkatkan &lt;a href="http://suarakelana.blogspot.com/2010/04/ilmu-saya-terpakai-juga-akhirnya.html"&gt;kapasitas produksi&lt;/a&gt; menjadi 2000 baglog per hari. Kami akan jaga dulu kestabilannya, sebelum bergerak ke kapasitas yang lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5815905106224251294-1693125855836069651?l=suarakelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suarakelana.blogspot.com/feeds/1693125855836069651/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suarakelana.blogspot.com/2010/04/ilmu-saya-terpakai-juga-akhirnya.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5815905106224251294/posts/default/1693125855836069651'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5815905106224251294/posts/default/1693125855836069651'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suarakelana.blogspot.com/2010/04/ilmu-saya-terpakai-juga-akhirnya.html' title='Ilmu Saya Terpakai Juga Akhirnya'/><author><name>Moci</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11761429467823316186</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_l9oQTm9BlhM/S9k8hccTRMI/AAAAAAAAAJ0/-cyk6qTLBtM/s72-c/baglog1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5815905106224251294.post-3764863912846137790</id><published>2010-04-10T09:30:00.007+07:00</published><updated>2010-04-29T12:12:12.549+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='purnabhakti'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='purnakarya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemicu gairah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pensiunan'/><title type='text'>Blog Pensiun Dini Mendapat PR-1, Gairah pun Terpicu</title><content type='html'>Ternyata mbah &lt;a href="http://www.google.com/"&gt;Google&lt;/a&gt; itu cukup menghargai pensiunan. Buktinya blog ini yang amat jarang update artikel, bahkan artikel terakhir sudah satu setengah bulan yang lalu, beliau kasih hadiah PR-1. Padahal &lt;a href="http://kelilingblog.blogspot.com/"&gt;Keliling Blog&lt;/a&gt; yang relatif lebih sering update cuma dapet PR-0.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi mungkin memang ada permakluman jika &lt;a href="http://suarakelana.blogspot.com/"&gt;pensiunan&lt;/a&gt; itu sudah semakin kurang aktif, hehe.. Enerji juga udah berkurang banyak, kecepatan berfikir juga udah model Pentium-1. Apa memang begitu ?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Semestinya sih tidak begitu. Jika fisik tetap dijaga, jika fikiran terus dipakai mengolah, penurunan kemampuan itu tidak akan terlalu terasa, sehingga sampai perlu dimaklumi. Kasihan amat, Amat aja gak pernah minta dikasihani, hehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yang namanya trigger atau pemicu itu memang merupakan hal yang diperlukan. Semua ada lantarannya. Contohnya blog ini jadi saya update lagi setelah munculnya PR-1 buat blog &lt;a href="http://suarakelana.blogspot.com/"&gt;Pensiun Dini&lt;/a&gt; ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejalan dengan itu, para &lt;a href="http://suarakelana.blogspot.com/"&gt;purnabhakti&lt;/a&gt; atau purnakarya, terserah apalah sebutannya, mesti pandai-pandai mencari bahan untuk pemicu tersebut. Jika ingin selalu bersemangat. Jika ingin gelora kehidupan tetap bersemayam di raga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi &lt;a href="http://suarakelana.blogspot.com/"&gt;purnakarya&lt;/a&gt; tidak harus mengubah banyak ritme hidup. Tidak harus mengisi waktunya hanya sekedar kumpul-kumpul sesama pensiunan, ngobrol ngalor-ngidul mengenang kehebatan tempo dulu. Ada yang bisa dilakukan lebih dari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caranya ? Untuk tahap awal, cobalah cari sumber &lt;a href="http://suarakelana.blogspot.com/2010/04/blog-pensiun-dini-mendapat-pr1-gairah.html"&gt;api semangat&lt;/a&gt; anda. Anggap saja seperti mencari setitik bara di sisa-sisa kebakaran. Cari dan temukan sebelum segala sesuatunya sudah mendingin. Akan lebih sulit menyalakannya kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngobrol dengan sesama pensiunan, termasuk yang &lt;a href="http://suarakelana.blogspot.com/"&gt;pensiun dini&lt;/a&gt;, mungkin ada point bagusnya juga. Asalkan tidak berhenti pada proses kenang-mengenang. Mulailah mencari hal-hal yang lebih produktif. Dan yang sekiranya mampu memicu gairah kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5815905106224251294-3764863912846137790?l=suarakelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suarakelana.blogspot.com/feeds/3764863912846137790/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suarakelana.blogspot.com/2010/04/blog-pensiun-dini-mendapat-pr1-gairah.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5815905106224251294/posts/default/3764863912846137790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5815905106224251294/posts/default/3764863912846137790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suarakelana.blogspot.com/2010/04/blog-pensiun-dini-mendapat-pr1-gairah.html' title='Blog Pensiun Dini Mendapat PR-1, Gairah pun Terpicu'/><author><name>Moci</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11761429467823316186</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5815905106224251294.post-3300904172566144878</id><published>2010-02-23T22:16:00.003+07:00</published><updated>2010-04-29T01:32:56.956+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis pensiunan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='etos kerja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pensiun dini'/><title type='text'>Karyawan Atau Pensiunan Sama Saja</title><content type='html'>Ah, yang benar saja, ya jelas beda dong. Yang satu masih aktif bekerja, bergulat dengan tugas-tugas dan target harian. Sedangkan yang satu lagi sudah tidak terbebani hal semacam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kenyataannya tidak semuanya berbeda atau berubah. Sikap, karakter, &lt;a href="http://suarakelana.blogspot.com/2010/02/karyawan-atau-pensiunan-sama-saja.html"&gt;etos kerja&lt;/a&gt;, tidak mudah untuk berubah. Meski bidang operasinya mungkin berbeda. Jejak dan kebiasaan puluhan tahun tentunya sudah menjadi budaya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kedisiplinan terhadap tujuan, konsistensi dalam pelaksanaan tugas adalah sesuatu yang akan terus terbawa meskipun seseorang telah &lt;a href="http://suarakelana.blogspot.com/"&gt;pensiun&lt;/a&gt;. Yang membedakan hanya bidang kegiatannya. Sedangkan ruhnya sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalkan saja bagi anda yang terjun ke kegiatan sosial kemasyarakatan. Coba amati bagaimana pola pikir dan cara anda bertindak. Bandingkan dengan orang lain. Akan terasa munculnya karakter anda semasa bekerja dulu, sebelum menjalankan &lt;a href="http://suarakelana.blogspot.com/"&gt;pensiun dini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi bagi anda yang terjun ke &lt;a href="http://suarakelana.blogspot.com/"&gt;bisnis pensiunan&lt;/a&gt;. Dalam banyak hal tidak akan banyak bedanya dengan semasa masih aktif sebagai karyawan. Hanya saja diupayakan agar mindset karyawan jangan dibawa terus, karena berbeda dengan mindset bisnis.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Apakah anda para peserta &lt;a href="http://suarakelana.blogspot.com/"&gt;pensiun dini&lt;/a&gt; juga merasakan semua itu ? Mestinya ya. Jika anda merasakan hal yang berbeda, anda dapat menuliskannya di komentar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5815905106224251294-3300904172566144878?l=suarakelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suarakelana.blogspot.com/feeds/3300904172566144878/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suarakelana.blogspot.com/2010/02/karyawan-atau-pensiunan-sama-saja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5815905106224251294/posts/default/3300904172566144878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5815905106224251294/posts/default/3300904172566144878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suarakelana.blogspot.com/2010/02/karyawan-atau-pensiunan-sama-saja.html' title='Karyawan Atau Pensiunan Sama Saja'/><author><name>Moci</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11761429467823316186</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5815905106224251294.post-6589007592552526122</id><published>2010-02-22T14:33:00.005+07:00</published><updated>2010-04-29T12:13:36.826+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='strategi keluar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pensiun dini'/><title type='text'>Tetap Sibuk</title><content type='html'>Sebelumnya saya banyak mendengar, bahwa seseorang yang biasa sibuk di tempat kerja, akan merasakan kekosongan saat menjalani pensiun, terlebih &lt;a href="http://suarakelana.blogspot.com/"&gt;pensiun dini&lt;/a&gt;. Setelah berjalan sebulan tanpa kerja, mulai terasa iseng mau ngerjain apa. Sebagian orang menjadi terbiasa dan menjalani kehidupan tanpa kesibukan berarti, sebagian lagi mulai mencari-cari kesibukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya saya justru belum terlalu merasakan jadi pensiunan. Hampir dua bulan berlalu, namun masih terasa kekurangan waktu. Masih banyak pe-er harus dikerjakan dan diselesaikan. Sampai lupa bahwa saya sebenarnya sudah dan baru saja &lt;a href="http://suarakelana.blogspot.com/"&gt;pensiun&lt;/a&gt; dari pekerjaan yang ditekuni selama 22 tahun.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Banyak agenda yang harus dikerjakan. Mulai dari yang remeh-temeh mengurus rumah hingga yang sifatnya &lt;a href="http://suarakelana.blogspot.com/2009/12/strategi-keluar-karyawan.html"&gt;strategis berhubungan dengan masa depan&lt;/a&gt;. Masa depan saya dan anak-anak saya tentunya. Karena saya tidak ingin menjalani masa pensiun lebih buruk dibanding masa aktif bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih menyita waktu lagi adalah karena saya harus mulai belajar lagi. Sekarang dan ke depan adalah dunia internet yang serba online. Saya masih asing dan belum memiliki wawasan dan kemampuan cukup untuk berenang di dalamnya. Meski dengan otak yang sudah lemot dan penglihatan yang mulai kabur, &lt;a href="http://suarakelana.blogspot.com/2010/01/mari-berubah.html"&gt;dunia ini harus saya mengerti dan pahami&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, bagaimana mungkin ada waktu luang ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5815905106224251294-6589007592552526122?l=suarakelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suarakelana.blogspot.com/feeds/6589007592552526122/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suarakelana.blogspot.com/2010/02/tetap-sibuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5815905106224251294/posts/default/6589007592552526122'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5815905106224251294/posts/default/6589007592552526122'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suarakelana.blogspot.com/2010/02/tetap-sibuk.html' title='Tetap Sibuk'/><author><name>Moci</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11761429467823316186</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5815905106224251294.post-5521354816128457234</id><published>2010-01-29T21:52:00.004+07:00</published><updated>2010-04-29T12:14:19.913+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='usaha sampingan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis pensiunan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='usaha kecil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perubahan'/><title type='text'>Mari Berubah</title><content type='html'>Pohon yang dulu tumbuh di halamn rumah kini sudah rimbun. Wujud fisik kita dari tahun ke tahun berubah. Lingkungan tempat tinggal kita juga berubah. Seisi dunia berubah. Mengapa diri kita demikian sulit berubah ? Dan mengapa diri kita juga demikian sulit menerima &lt;a href="http://suarakelana.blogspot.com/2010/01/mari-berubah.html"&gt;perubahan&lt;/a&gt; ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi anda yang saat ini masih bekerja sebagai karyawan,hampir dipastikan situasi perusahaan banyak terjadi perubahan. Perubahan lingkungan bisnis yang demikian pesat menuntut banyak perusahaan, bahkan instansi pemerintah, berbenah diri melakukan perubahan. Ada yang berubah kecil-kecilan hingga yang melakukan &lt;a href="http://suarakelana.blogspot.com/2010/01/mari-berubah.html"&gt;transformasi bisnis&lt;/a&gt; besar-besaran.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula bagi anda yang saat ini bergelut di dunia usaha sebagai wirausahawan, baik murni atau sekedar &lt;a href="http://suarakelana.blogspot.com/"&gt;usaha sampingan&lt;/a&gt;. Berbagai perubahan dihadapi setiap saat, yang menuntut kemampuan merespons secara cepat dan tepat jika tidak ingin kehilangan peluang. Bukan sekedar kehilangan peluang, bahkan kelangsungan hidup usaha yang dijalankan bisa dipertaruhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik anda karyawan ataupun anda seorang wirausahawan, perubahan yang terjadi di sekitar anda menuntut kemampuan anda menyesuaikan diri. Jika tidak maka kemungkinan besar anda akan tergilas oleh roda perubahan. Cara menyesuaikan diri adalah dengan kesediaan melakukan&lt;a href="http://suarakelana.wordpress.com"&gt; transformasi diri&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melakukan transformasi diri berarti melakukan &lt;a href="http://suarakelana.blogspot.com/2010/01/mari-berubah.html"&gt;perubahan diri&lt;/a&gt; ke arah yang lebih baik. Seberapa besar derajat perubahan yang dibutuhkan amat tergantung kepada tuntutan keadaan. Yang pasti, anda harus bergerak bersama waktu dan perubahan agar anda tidak tertinggal jaman. Tentunya anda tidak ingin hidup di dunia terasing bukan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah pertama dan terpenting adalah &lt;a href="http://suarakelana.blogspot.com/2010/01/mari-berubah.html"&gt;keikhlasan untuk berubah&lt;/a&gt;. Meskipun harus tertatih-tatih, memeras otak yang sudah semakin lemot, memaksa fisik yang sudah semakin reyot, anda harus tetap sabar dan terus belajar. Dan anda tidak sendiri. Banyak orang lain sedang bergerak bersama anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, bila perusahaan anda memasuki dunia internet maka anda juga harus &lt;a href="http://suarakelana.blogspot.com/2010/01/mari-berubah.html"&gt;belajar internet&lt;/a&gt;. Karena banyak proses kerja akan bersifat online. Apalagi jika produknya memang internet, maka sebagai karyawan seyogyanya akrab dengan produk-produk ikutannya, seperti email, situs/blog, e-commerce, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga bagi anda wirausahawan. Dunia online, terlepas bisnis anda offline ataupun online, tidak bisa sepenuhnya lepas dari kegiatan bisnis anda. Paling tidak anda akan memerlukan warnet untuk mencari informasi. Memiliki alamat email akan menambah kredibilitas usaha anda, meski hanya &lt;a href="http://suarakelana.blogspot.com/2010/01/mari-berubah.html"&gt;usaha kecil&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah siap untuk berubah ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5815905106224251294-5521354816128457234?l=suarakelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suarakelana.blogspot.com/feeds/5521354816128457234/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suarakelana.blogspot.com/2010/01/mari-berubah.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5815905106224251294/posts/default/5521354816128457234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5815905106224251294/posts/default/5521354816128457234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suarakelana.blogspot.com/2010/01/mari-berubah.html' title='Mari Berubah'/><author><name>Moci</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11761429467823316186</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5815905106224251294.post-4414507659906774048</id><published>2010-01-20T12:48:00.005+07:00</published><updated>2010-04-29T11:06:11.935+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='produk inovatif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penguras septic tank'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='WC mampet'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kerja dari rumah'/><title type='text'>Produk Inovatif Menjadi Solusi</title><content type='html'>Salah satu rencana dan keinginan saya mengawali hari-hari &lt;a href="http://suarakelana.blogspot.com/"&gt;pensiun dini&lt;/a&gt; adalah menyelesaikan beberapa pe-er yang selama ini selalu tertunda dikerjakan atau disolusikan. Bener-bener pe-er (pekerjaan rumah), seperti atap bocor, pembenahan halaman, septic tank penuh, mengatur ulang kandang kelinci, dsb. Bisa saja sih panggil orang untuk menanganinya jika ingin sekedar selesai. Tapi karena ada beberapa hal prinsip dan terkait rencana ke depan, maka saya memerlukan waktu merencanakan dan mengaturnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sekarang saya sudah &lt;a href="http://suarakelana.blogspot.com/"&gt;pensiun&lt;/a&gt;. Meskipun beberapa hari di awal ini cukup padat karena set-up beberapa unit usaha, tapi saya tahu saya cukup punya waktu untuk menyelesaikan pe-er di atas. Dan namanya nasib baik, ndilalah saat googling dan keliling blog saya menemukan  solusi salah satu pe-er saya, yaitu masalah wc dan septic tank.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Septitank saya sudah penuh dan WC kadang mengeluarkan bau tidak sedap. Saya sedang berfikir apakah akan menyedot septic tank atau membuat baru saja. Karena sikon rumah, kedua pilihan tersebut sebenarnya sama-sama merepotkan, dan kalau bisa ya tidak dua-duanya. Dan solusi muncul di salah satu blog tetangga, yaitu produk inovatif hasil kerja ilmuwan ITB berupa &lt;a href="http://suarakelana.blogspot.com/2010/01/produk-inovatif-menjadi-solusi.html"&gt;cairan penguras septic tank&lt;/a&gt;. Pucuk dicinta ulam tiba, begitu kata peribahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama produknya &lt;a href="http://ambil.info/degrasimba" target="new"&gt;Degra Simba&lt;/a&gt;, kependekan dari DEGRAdable SIMbiosis Bacteria. Sesuai dengan namanya, bakteri ini dikatakan bersifat “Menguntungkan” karena :&lt;br /&gt; Membunuh bakteri pathogen (ini bakteri penyebab penyakit)&lt;br /&gt; Mengurai limbah di dalam septic tank / WC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut yang tertulis di websitenya, ada 5 ALASAN Mengapa Harus Memakai Produk ini, yaitu :&lt;br /&gt;1. &lt;a href="http://suarakelana.blogspot.com/2010/01/produk-inovatif-menjadi-solusi.html"&gt;Produk Inovatif&lt;/a&gt; yang sudah teruji, lisensi ITB Bandung &amp;amp; izin DEPKSES RI&lt;br /&gt;2. Paling Praktis penggunaannya, cukup tuangkan ke dalam closet WC dan&lt;br /&gt;     disiram secukupnya&lt;br /&gt;3. Paling Ekonomis, harga hanya Rp. 35.000 / botol (bandingkan! dengan&lt;br /&gt;     biaya sedot yang RATUSAN RIBU RUPIAH sekali SEDOT)&lt;br /&gt;4. Ramah Lingkungan, mengandung Bakteri PROBIOTIK &amp;amp; aman bagi&lt;br /&gt;     manusia maupun lingkungan&lt;br /&gt;5. Memiliki Nilai Bisnis, dengan hanya mendaftar GRATIS dan membeli&lt;br /&gt;     PAKET PRODUK, Anda menjadi pemilik bisnis ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_l9oQTm9BlhM/S1akX45198I/AAAAAAAAAIM/9_NlEUPqVvI/s1600-h/degra.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 229px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_l9oQTm9BlhM/S1akX45198I/AAAAAAAAAIM/9_NlEUPqVvI/s320/degra.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5428707131160655810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; O..lala, ada nilai bisnisnya juga ternyata. Dan kalau saya baca lebih lanjut, ternyata bisa juga hanya dijalankan dari rumah, gak perlu keluyuran jualan. Cocok buat saya yang kepengin &lt;a href="http://suarakelana.blogspot.com/2010/01/produk-inovatif-menjadi-solusi.html"&gt;kerja dari rumah&lt;/a&gt;. Nah, coba saja baca informasi dari websitenya berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; Tidak perlu MODAL USAHA, cukup membeli paket produk (3 botol)&lt;br /&gt;&gt; Produk DIBUTUHKAN setiap rumah tangga, bukan ebook,bukan script, bukan software&lt;br /&gt;&gt; Tidak perlu BIAYA PENDAFTARAN, cukup mendaftar GRATIS!&lt;br /&gt;&gt; Tidak perlu MEMILIKI KEAHLIAN KHUSUS bak seorang sales!&lt;br /&gt;&gt; Dapat dilakukan paruh waktu, tanpa mengganggu aktivitas rutin Anda&lt;br /&gt;&gt; Dapat dilakukan di mana saja (dari RUMAH pun bisa), oleh siapa saja&lt;br /&gt;Akses Pasar terbuka luas di seluruh wilayah Indonesia walau pun usaha ini dijalankan dari rumah sekalipun karena adanya teknologi internet (INGAT !! Pengguna internet di Indonesia saat ini cukup berkembang pesat, lebih dari 20 Juta orang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi anda yang berminat mengetahui lebih jauh, bisa dibaca &lt;a href="http://ambil.info/degrasimba" target="new"&gt;disini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5815905106224251294-4414507659906774048?l=suarakelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suarakelana.blogspot.com/feeds/4414507659906774048/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suarakelana.blogspot.com/2010/01/produk-inovatif-menjadi-solusi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5815905106224251294/posts/default/4414507659906774048'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5815905106224251294/posts/default/4414507659906774048'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suarakelana.blogspot.com/2010/01/produk-inovatif-menjadi-solusi.html' title='Produk Inovatif Menjadi Solusi'/><author><name>Moci</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11761429467823316186</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_l9oQTm9BlhM/S1akX45198I/AAAAAAAAAIM/9_NlEUPqVvI/s72-c/degra.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5815905106224251294.post-3224601785082732347</id><published>2010-01-06T13:48:00.002+07:00</published><updated>2010-04-29T11:20:59.567+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='produk olahan jamur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='usaha jamur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pensiun dini'/><title type='text'>Main Jamur Yuk !</title><content type='html'>Kita sering mendengar kata jamur digunakan tidak pada tempatnya, ehm... tidak pada bendanya. Maksudnya, hanya untuk kiasan atau peribahasa gitu lho. Contoh : bisnis wartel dulu menjamur, pertumbuhan warung tenda bak jamur di musim penghujan, banyak turis asing berjamur di pantai (ha.. yg terakhir ini plesetan). Nah,&lt;a href="http://suarakelana.blogspot.com/2010/01/main-jamur-yuk.html"&gt; jamur&lt;/a&gt; yang sesungguhnya ternyata bisa jadi lahan bisnis yang mengasyikan. Yuk, kita lihat !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya saya mengetahui tentang jamur dari rekanan bikin kos-kosan. Rekan satu ini memang berasal dari keluarga jamur. Artinya, kakak beradik semuanya membudidayakan jamur. Bahkan almarhum orangtuanya adalah peneliti jamur dan sudah menghasilkan beberapa buku tentang jamur. Kisah rekan ini bisa dibaca di artikel &lt;a href="http://suarakelana.wordpress.com/2010/01/05/pengusaha-jamur/"&gt;Pengusaha Jamur&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kisah saya. Menyaksikan perjalanan usaha rekan saya tersebut di bidang &lt;a href="http://suarakelana.blogspot.com/2010/01/main-jamur-yuk.html"&gt;usaha jamur&lt;/a&gt;, saya terus terang tidak tertarik untuk ikut terjun. Saya menghitung ada beberapa kelemahan yang membuat usahanya jalan di tempat. Kadang berkembang, kadang menyurut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, jamur mudah busuk dan di daerah saya belum ada &lt;a href="http://suarakelana.blogspot.com/2010/01/main-jamur-yuk.html"&gt;produk olahan jamur&lt;/a&gt; yang cukup menonjol untuk menampung hasil panen yang berlimpah. Kedua, pasarnya masih meragukan, baik dari segi daya tampung maupun kestabilan harganya. Ketiga, pembuatan baglog jamur lumayan tinggi resiko kegagalannya. Keempat, manajemen usaha kawan saya tersebut masih lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, bila akhirnya saya terjun ke usaha ini bukan karena semua kelemahan di atas sudah bisa dinetralisir. Beberapa faktor memang sudah menunjukkan perbaikan. Sebagai contoh, metode &lt;a href="http://baglogjamur.blogspot.com/"&gt;pembuatan baglog&lt;/a&gt; sudah semakin baik dan tingkat keberhasilannya meningkat pesat ke level aman, manajemen usaha terlihat mulai ditata dengan baik khususnya dalam tatacara produksi. Dan yang terpenting, cashflownya satu tahun terakhir ini terlihat bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun penyebab paling utama saya memasuki dunia &lt;a href="http://suarakelana.blogspot.com/2010/01/main-jamur-yuk.html"&gt;usaha jamur&lt;/a&gt; dan mengikat kerjasama dengan kawan saya tersebut adalah perubahan cara pandang saya sendiri terhadap permasalahan di atas. Saya sadar bukan sedang melakukan penelitian, tapi akan berbisnis. Jika dalam penelitian saya harus memperhatikan permasalahannya dari hulu ke hilir, jika ingin terjun ke usahanya maka saya cukup fokus ke bidang yang saya pilih. Masalah sisanya biar ditangani pihak lain yang berkecimpung di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memilih usaha pembuatan &lt;a href="http://baglogjamur.blogspot.com/"&gt;baglog jamur&lt;/a&gt;, dimana pasarnya adalah para petani jamur.&lt;br /&gt;Masalah pasar diamankan dengan adanya ikatan perjanjian dengan suatu instansi untuk memasok kebutuhan baglognya selama 3 tahun. Kapasitas permintaan juga lumayan besar karena instansi tersebut memiliki kumbung berdaya tampung 75 ribu baglog. Bahkan saat ini kami belum mampu memenuhi kebutuhan tersebut 100%. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya masalah produksi. Faktor paling kritis, yaitu kegagalan baglog ditumbuhi spora jamur, akan menjadi fokus utama dalam pengendalian kualitas. Lalu perbaikan dalam cara pengangkutan untuk menghindari kerusakan bakal jamur. Dan akhirnya adalah upaya meningkatkan kapasitas produksi untuk memenuhi volume permintaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angan-angan saya sendiri setelah &lt;a href="http://suarakelana.blogspot.com/"&gt;pensiun dini&lt;/a&gt; untuk dunia perjamuran, selain program utama tersebut yang sudah berjalan, ada dua kegiatan tambahan yang masih dalam rencana. Yaitu, membuka sendiri budidaya jamur (dari baglog hingga menghasilkan jamur untuk dijual). Kebetulan ada kawan yang sudah berpengalaman di sektor ini dan siap menjadi tim kerja saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencana kedua yaitu mempelajari &lt;a href="http://suarakelana.blogspot.com/2010/01/main-jamur-yuk.html"&gt;pengolahan pasca panen produk jamur&lt;/a&gt;. Misalnya : dendeng jamur, keripik jamur, dan kemungkinan produk olahan lainnya. Untuk yang ini paling gampang kelihatannya via benchmark ke daerah yang sudah punya beragam produk olahan jamur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah mimpi saya tentang jamur. Semoga saja kelak di masa &lt;a href="http://suarakelana.blogspot.com/"&gt;pensiun dini&lt;/a&gt; ini saya akan banyak makan jamur sehingga masalah kolesterol saya juga bisa ikut teratasi. Ada yang berminat ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5815905106224251294-3224601785082732347?l=suarakelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suarakelana.blogspot.com/feeds/3224601785082732347/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suarakelana.blogspot.com/2010/01/main-jamur-yuk.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5815905106224251294/posts/default/3224601785082732347'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5815905106224251294/posts/default/3224601785082732347'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suarakelana.blogspot.com/2010/01/main-jamur-yuk.html' title='Main Jamur Yuk !'/><author><name>Moci</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11761429467823316186</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5815905106224251294.post-8051226954180558738</id><published>2010-01-01T13:36:00.003+07:00</published><updated>2010-04-29T11:48:13.224+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='realitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='konsep realitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penambahan wawasan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pensiun dini'/><title type='text'>Konsep Realitas</title><content type='html'>Sekitar sepuluh tahun lalu saya pernah ditawari suatu proyek pembangunan pabrik untuk produk hasil pertanian. Nilai proyek kira-kira 3 M. Jangankan menerima, saya tengok pun tidak. Mengapa ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya pada waktu itu, pekerjaan senilai 3 M bukanlah &lt;a href="http://suarakelana.blogspot.com/2010/01/konsep-realitas.html"&gt;realitas&lt;/a&gt; saya. Terlalu tinggi dan tak terpikirkan untuk melaksanakannya. Nilai yang masih masuk akal untuk saya perhatikan dan pertimbangkan paling-paling sekitar nilai puluhan juta, nilai ratusan juta juga sudah termasuk fantastis. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://suarakelana.blogspot.com/2010/01/konsep-realitas.html"&gt;Realitas&lt;/a&gt; berarti sesuatu yang kita anggap real, berada dalam jangkauan pemikiran dan penguasaan. Dalam buku-bukunya R. Kiyosaki, realitas sering dipadankan dengan istilah konteks, untuk membedakannya dengan konten (isi). Dan realitas seseorang bukanlah sesuatu yang tetap, tapi bisa diperluas melalui pendidikan dan pengalaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan tentang konteks dan konten yang paling mudah melalui penggambaran sebuah cangkir minum dengan air sebagai isinya. Jika cangkirnya kecil, maka bila air dicurahkan terus menerus akhirnya air hanya akan tumpah ke luar cangkir. Artinya, selain berupaya menambah konten (isi), kita juga perlu &lt;a href="http://suarakelana.blogspot.com/2010/01/konsep-realitas.html"&gt;memperluas konteks&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia kerja, realitas atau konteks seseorang biasanya meningkat seiring peningkatan jenjang karir. Bagi anda yang &lt;a href="http://suarakelana.blogspot.com/2010/01/konsep-realitas.html"&gt;merintis karir&lt;/a&gt; secara normal (bukan karbitan), dan kalau pun karir melesat adalah karena prestasi dan kompetensi, tidak akan terlalu bermasalah dengan penyesuaian realitas. Sewaktu mulai bekerja tak terbayang bagaimana menangani pekerjaan seorang manajer, tapi sekian tahun kemudian anda merasa posisi tersebut bahkan terlalu kecil bagi anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk anda yang bergerak di dunia bisnis, perluasan realitas adalah sesuatu yang amat penting bila anda ingin bisnis anda meningkat. Caranya bisa melalui &lt;a href="http://suarakelana.blogspot.com/2010/01/konsep-realitas.html"&gt;penambahan wawasan&lt;/a&gt; (sekolah, ikut seminar, membaca, dsb) serta dengan memperbanyak pengalaman.(menambah jam terbang) dalam berbisnis. Tentunya dengan kelas yang terus ditingkatkan nilainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini setelah &lt;a href="http://suarakelana.blogspot.com/"&gt;pensiun dini&lt;/a&gt;, bila saya kembali ditawari proyek senilai 3 M, pastilah saya akan melihat dan menganalisisnya, dan mengambilnya jika menguntungkan. Meskipun pada saat ini saya juga tetap belum punya uang 3 M, gak masalah, karena nilai itu sudah berada dalam realitas saya. Sayangnya, .... enggak ada yang menawari, hiks ! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, percayakah anda ? Yang datang justru tawaran proyek senilai 3 T. Hwaduh....! Kembali ini &lt;a href="http://suarakelana.blogspot.com/2010/01/konsep-realitas.html"&gt;di luar realitas&lt;/a&gt; saya. Proses perluasan realitas saya tidak sepesat itu. Namun karena sudah sadar tentang konsep realitas, saya tetap memaksakan diri menengoknya. Cuma menengok saja !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5815905106224251294-8051226954180558738?l=suarakelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suarakelana.blogspot.com/feeds/8051226954180558738/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suarakelana.blogspot.com/2010/01/konsep-realitas.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5815905106224251294/posts/default/8051226954180558738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5815905106224251294/posts/default/8051226954180558738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suarakelana.blogspot.com/2010/01/konsep-realitas.html' title='Konsep Realitas'/><author><name>Moci</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11761429467823316186</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5815905106224251294.post-749871296332783065</id><published>2009-12-27T21:07:00.002+07:00</published><updated>2009-12-27T21:55:18.163+07:00</updated><title type='text'>Dari Hi-Tech ke Sampah</title><content type='html'>Apa tepatnya bidang pekerjaanmu saat ini ? Bisnis hi-tech ! Lalu setelah pensiun dini mau ngapain ? Bisnis sampah ! Beneran neh..? Bener ! Kok bisa ? Ya, bisa dunk ! &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tujuan saya pensiun dini dari pekerjaan memang untuk memasuki dunia wirausaha, dunia bisnis. Bukan untuk beralih pekerjaan. Makanya hal biasa saja jika saya memilih bisnis pertama saya adalah hal yang berhubungan dengan sampah atau limbah. Tak perlu berkaitan dengan bidang pekerjaan saya sebelumnya, bahkan sebenarnya tak perlu dipusingkan apa produknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya masih ingat di salah satu buku R. Kiyosaki ada tulisan yang menjelaskan bahwa bisnis adalah hal untuk menghasilkan uang, untuk menambah aset. Bisnis bukan untuk terikat kepada produk tertentu, apalagi demikian mencintainya sehingga berat untuk dilepas. Bahkan dikatakan bahwa produk adalah bagian yang paling tidak penting untuk dicermati saat mengevaluasi perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya gak masalah memilih bisnis mengelola sampah. Yang penting menghasilkan uang dan halal. Apalagi sampah adalah barang yang tidak pernah habis dan selalu diperbarui, hiks.... Tidak seperti minyak bumi yang sudah menipis cadangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah keuntungannya menarik ? Bagaimana Payback periodnya ? Dihitung gak IRR nya ? Hwalah.... ketinggian alat analisisnya. Lihat aja tuh, kayak apa kehidupan para juragan pemulung dan para pengolah limbah sampah. Mereka cukup kaya, dan hidup bergelimang sampah.... (uang juga tentunya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bisnis saya disitu baru sampai tahap cari uang kecil-kecilan. Namanya juga pemula. Dan saya niatkan tidak harus sampai bergelimang sampah (bergelimang uang boleh, kalau ada). Sumber sampahnya juga bukan mengumpulkan dari pemulung, tapi langsung dari pabrik. Lebih praktis, tinggal pilah-pilah sesuai kategori sampah dan jual ke channel-channel penadah yang tersedia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau mau bagi-bagi rejeki dan gak mau repot, agen-agen pembelian banyak berkeliaran untuk dimanfaatkan jasanya. Yang penting sudah tahu harga pasaran yang berlaku dan berani tawar-menawar harga jual. Maklumlah, semua orang maunya pasti untung besar. Dan, ini bisnis bung ! Yang bodoh dan kurang informasi menjadi mangsa yang pintar dan kaya informasi terbaru. Pastinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dibandingkan dengan modal yang dibutuhkan, keuntungan dari bisnis ini termasuk lumayan. Dengan modal usaha sekitar rp 15 juta – rp. 25 juta per tahun (membeli hak pengambilan limbah selama setahun, sewa lahan, dan membuat bedeng), dihasilkan pemasukan bersih per bulan antara rp. 3 juta – rp. 5 juta. Margin laba 100%. Wow !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau uang pensiun dini saya separuhnya saja ditanamkan disana, coba hitung berapa pemasukan saya setahun dari keuntungan ? Ho...ho..., sayang sekali logika bisnis nggak seperti itu. Mau mbuat kelurahan sampah apa? Lha, berapa  puluh pabrik yang harus menyuplainya? Nggak lah....! Memangnya punya hak monopoli. Enggak tahu juga kalau buka cabang di seluruh nusantara. Atau buat waralaba, wakak...wk...wk.!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah langkah usaha pertama saya secara langsung, sebagai pemanasan menjelang pensiun dini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5815905106224251294-749871296332783065?l=suarakelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suarakelana.blogspot.com/feeds/749871296332783065/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suarakelana.blogspot.com/2009/12/dari-hi-tech-ke-sampah.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5815905106224251294/posts/default/749871296332783065'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5815905106224251294/posts/default/749871296332783065'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suarakelana.blogspot.com/2009/12/dari-hi-tech-ke-sampah.html' title='Dari Hi-Tech ke Sampah'/><author><name>Moci</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11761429467823316186</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5815905106224251294.post-883757565295404416</id><published>2009-12-26T12:43:00.000+07:00</published><updated>2009-12-26T12:57:13.441+07:00</updated><title type='text'>Memilih Tetap Bekerja</title><content type='html'>Karena tulisan-tulisan yang cenderung mengarah ke pensiun kerja, seorang kawan mengkritik saya sebagai ’mentang-mentang mau pensiun dini’. Sebenarnya tidak demikian. Dalam tulisan saya berjudul &lt;a href="http://kelilingblog.blogspot.com/2009/11/pensiun-dini.html"&gt;Pensiun Dini&lt;/a&gt;, saya sampaikan bahwa program pensiun dini seperti dua jalan terbentang di muka. Tetap bekerja atau pensiun dini. Dua-duanya berisi peluang sekaligus resiko. Jika anda memiilih tetap bekerja, inilah tulisannya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jujur saja, jika selama ini saya tidak pernah bersentuhan dengan dunia usaha, tidak memiliki beban untuk membantu pelunasan hutang seseorang, maka saya kemungkinan besar lebih memilih tetap bekerja. Tidak mudah mengubah cara berpikir sebagai karyawan yang sudah melekat puluhan tahun. Dan sudah bukan rahasia lagi bahwa dunia usaha bukanlah dunia yang ramah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pembaca menyimak tulisan saya &lt;a href="http://suarakelana.blogspot.com/2009/12/strategi-keluar-karyawan.html"&gt;Strategi Keluar Karyawan&lt;/a&gt;, sebenarnya saya berharap tulisan tersebut bukan saja menginspirasi karyawan yang akan pensiun dini, tapi juga karyawan yang ingin tetap kerja. Karena kondisi ideal yang diinginkan juga bisa dicapai dengan kondisi tetap bekerja sebagai karyawan. Ada beberapa alternatif yang bisa dijalankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bekerja dengan kekuatan penuh mengejar karir.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Setiap instansi atau perusahaan pada umumnya memiliki pola pengembangan karir dan sistem remunerisasi bagi karyawan. Semakin bagus sistemnya maka semakin besar pula peran karyawan dalam menentukan pencapaian dirinya. Posisi dan salary yang diinginkan bisa diraih dengan membuat berbagai prestasi kerja melalui kerja keras dan kerja cerdas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tidak ada ancaman  kerugian atau kehilangan uang, maka karyawan bisa memusatkan konsentrasinya untuk bekerja dengan baik dan mengejar prestasi. Dengan kumpulan karyawan berprestasi, perusahaan akan maju pesat dan mampu memberikan kesejahteraan kepada karyawan secara spektakuler. Kombinasi salary dan tunjangan fasilitas yang sangat memadai akan membuat masa kini dan masa pensiun kelak sudah bukan persoalan lagi tentunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bekerja sambil berinvestasi.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dengan salary yang baik dan cara pengaturan yang baik dalam penggunaannya, karyawan akan memiliki sisa dana untuk investasi. Karyawan bisa belajar meningkatkan pengetahuannya tentang produk-produk investasi. Dengan bekal pemahaman tersebut, karyawan bisa berinvestasi tanpa harus mengganggu pekerjaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bekerja sambil berbisnis.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jika disini saya menuliskan tentang bekerja sambil berbisnis, bukan bermaksud agar karyawan menggunakan waktu kerjanya untuk berbisnis. Tidak sama sekali. Banyak cara yang bisa dilakukan tanpa harus merugikan perusahaan tempat karyawan bekerja. Tentu saja hal itu bisa dilakukan dengan syarat-syarat tertentu, dan tidak mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat pertama tentu saja karyawan tersebut harus memiliki jiwa wirausaha. Sadar betul bahwa memasuki dunia bisnis berarti memasuki dunia berisi peluang dan resiko. Syarat kedua adalah pemahaman tentang sistem bisnis dan memilikinya untuk mendukung bisnis yang dijalankan. Syarat kedua ini perlu karena karyawan tidak menjalankan bisnisnya secara langsung (’kan harus kerja..). Bisnis harus bisa berjalan baik meski hanya mendapatkan perhatian paruh waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memiliki sistem bisnis yang baik bisa dengan cara membangun sendiri bila memang karyawan tersebut memiliki kemampuan untuk itu. Namun ada cara yang lebih mudah, yaitu dengan menggunakan sistem bisnis yang sudah disediakan pihak lain (sistem waralaba). Saat ini bisnis yang diwaralabakan sudah sangat banyak. Tinggal mempelajari dan memilihnya. Meskipun bisnis waralaba juga membutuhkan pengetahuan dan kemampuan untuk mengelolanya, setidaknya masih lebih ringan dibanding harus membangun sistem bisnis sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat meraih impian !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5815905106224251294-883757565295404416?l=suarakelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suarakelana.blogspot.com/feeds/883757565295404416/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suarakelana.blogspot.com/2009/12/memilih-tetap-bekerja.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5815905106224251294/posts/default/883757565295404416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5815905106224251294/posts/default/883757565295404416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suarakelana.blogspot.com/2009/12/memilih-tetap-bekerja.html' title='Memilih Tetap Bekerja'/><author><name>Moci</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11761429467823316186</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5815905106224251294.post-5713469379673955333</id><published>2009-12-25T18:15:00.001+07:00</published><updated>2010-09-10T01:08:45.798+07:00</updated><title type='text'>Strategi Keluar Karyawan</title><content type='html'>Sebagai karyawan, anda tentunya mempunyai gambaran, atau harapan, bagaimana kondisi kehidupan anda saat &lt;a href="http://suarakelana.blogspot.com/"&gt;pensiun&lt;/a&gt; nanti. Misalnya seperti : memiliki banyak waktu luang, sudah punya rumah, anak-anak sudah lulus perguruan tinggi, memiliki pensiun bulanan minimal rp. xx juta dan memiliki asuransi kesehatan. Inikah strategi keluar anda ?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saya agak ragu apakah ada manfaatnya menulis tentang strategi keluar bagi seorang karyawan. Mengapa ? Karena tidak banyak kendali yang dimiliki seorang karyawan untuk menerapkan strategi keluarnya. Kapan berakhir (pensiun) juga sudah diatur. Namun karena setiap karyawan tentunya memiliki angan-angan bagaimana menjalani masa pensiunnya kelak (seperti digambarkan di atas), mari kita lihat apa yang masih bisa dilakukan untuk mewujudkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum berbicara panjang lebar tentang strategi keluar, lebih dulu kita sepakati apakah strategi keluar itu. Strategi keluar atau strategi pengakhiran (exit strategy) adalah suatu rencana sistematis mengenai penarikan sumber daya dari suatu aktifitas, termasuk bagaimana pengakhiran atau pengalihan aktifitas akan dilakukan. Biasanya hal ini berhubungan dengan strategi "memulai dari akhir". Tujuan ditetapkan lebih dulu, barulah menyusun cara-cara pencapaiannya, kemudian ditentukan bagaimana memulainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Idealnya, strategi keluar seorang karyawan ditentukan sebelum ia melamar pekerjaan. Ia menetapkan dulu kapan akan keluar dari pekerjaan dan dalam kondisi seperti apa. Selanjutnya apa saja yang harus diraihnya semasa bekerja dan dengan cara bagaimana. Barulah kemudian dia menentukan tempat bekerja seperti apa yang cocok untuk penerapannya dan kapan dia akan mulai bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, bagaimana ? Apakah anda sudah menjalankan proses seperti itu ? Syukurlah kalau ya. Masalahnya, rata-rata tidak seperti itu. Jangankan memilih tempat bekerja, bisa bekerja saja sudah minta ampun sulitnya. Dan setelah berhasil masuk kerja, sangat sedikit kendali karyawan untuk menjalankan rencana karirnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses dalam pelaksanaan tugas tidak selalu berarti sukses juga dalam karir jabatan. Dan jangan lupa, jumlah formasi jabatan selalu terbatas. Meskipun misalnya 5 orang staf bekerja dengan kemampuan sama baiknya, kemungkinan hanya ada satu yang akan menduduki jabatan. Hal yang berbeda terjadi dalam dunia bisnis. Bila ada 5 pebisnis hebat, dimungkinkan lima-limanya meraih sukses yang sama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya tentang waktu keluar. Umumnya waktu keluar ditentukan oleh instansi/perusahaan, yaitu usia pensiun. Bisa saja karyawan mengajukan berhenti lebih awal, namun akan kehilangan beberapa hak yang seharusnya dia terima atau berkurang nilainya. Jarang karyawan melakukan ini bila tak ada hal-hal istimewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kenyataannya, banyak karyawan bekerja tanpa memikirkan strategi keluar. Kalau pun ada, hanya sedikit saja yang betul-betul memiliki dan mampu menjalankannya. Umumnya yang terjadi adalah seperti ini : pada awal masa bekerja karyawan memiliki harapan atau angan-angan tentang karir dan masa pensiun. Setelah menjalani masa kerjanya sekian waktu, mereka menjadi arif tentang apa yang bisa dicapai dan yang tidak. Realita tempat bekerja akan memaksa karyawan menyusun ulang mimpi-mimpinya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya ada beberapa kondisi dimana seorang karyawan bisa berperan lebih besar dalam memainkan strategi keluar. Pertama, bila pekerjaan yang dimasuki hanya digunakan sebagai batu loncatan saja. Setelah tercapainya suatu kondisi, yang bersangkutan mengajukan berhenti dan memulai karir baru di tempat lain. Ini biasanya berkaitan dengan upaya mencari pengalaman kerja terlebih dahulu, sebelum menembak sasaran pekerjaan yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, bila karyawan memutuskan pindah kerja pada saat dirasakan pekerjaan saat ini tidak mungkin mencapai impiannya. Namun biasanya keberanian untuk beralih pekerjaan menyurut seiring bertambahnya usia. Beban hidup sudah tinggi, amat berat jika harus memulai sesuatu yang baru mulai dari nol lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, bila perusahaan menawarkan program &lt;a href="http://suarakelana.blogspot.com/"&gt;pensiun dini&lt;/a&gt;. Adanya program pensiun dini membuka kesempatan bagi karyawan memperbaiki keadaan. Karyawan dapat memanfaatkan hal ini sebagai peluang untuk menetapkan strategi keluar yang baru, yang memungkinkan untuk mencapai impiannya. Ada kondisi ke empat, yaitu bila terjadi PHK. Namun hal ini di luar kendali karyawan, meskipun kadang bisa juga menjadi "blessing in disguise".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munculnya tawaran program pensiun dini merupakan pemicu bagi saya untuk menyusun ulang strategi keluar. Dengan mempertimbangkan kondisi saya saat ini, maka saya menyusun strategi keluar sebagai berikut : &lt;br /&gt;&gt; pensiun dini dari pekerjaan&lt;br /&gt;&gt; memasuki dunia bisnis berbekal hasil-hasil selama bekerja&lt;br /&gt;&gt; pensiun total dengan memiliki kebebasan finansial dan kebebasan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisakah ini menjadi jalan untuk mencapai impian saya ? Bisa ya bisa tidak. Yang terpenting adalah munculnya peluang-peluang baru. Jika sebelumnya masa pensiun sudah bisa diduga akan seperti apa, kini terbuka lagi berbagai kemungkinan untuk mencapai angan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan Anda ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5815905106224251294-5713469379673955333?l=suarakelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suarakelana.blogspot.com/feeds/5713469379673955333/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suarakelana.blogspot.com/2009/12/strategi-keluar-karyawan.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5815905106224251294/posts/default/5713469379673955333'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5815905106224251294/posts/default/5713469379673955333'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suarakelana.blogspot.com/2009/12/strategi-keluar-karyawan.html' title='Strategi Keluar Karyawan'/><author><name>Moci</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11761429467823316186</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5815905106224251294.post-3318466547593841284</id><published>2009-12-25T12:48:00.000+07:00</published><updated>2009-12-25T12:50:45.623+07:00</updated><title type='text'>Jera</title><content type='html'>Jera atau kapok mencoba adalah kata yang tidak boleh ada dalam kamus wirausaha. Jera dalam satu kasus atau satu bidang usaha bisa saja terjadi, tapi bidang lain akan segera dicoba kelayakannya untuk dijalankan. Kegagalan yang dialami dianggap sebagai proses belajar dan menjadi alat untuk mencapai keberhasilan pada langkah yang berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Diantara pembaca mungkin ada yang orang tua atau saudaranya seorang wirausahawan, bukan orang kantoran. Apakah mereka langsung berhenti jadi wirausahawan saat mengalami kerugian ? Pastilah tidak. Apalagi jika itu merupakan jalan hidupnya untuk mencari nafkah. Mengapa demikian ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya karena wirausahawan melihat adanya peluang. Dia hanya akan berpikir apakah dia bisa langsung meraih peluang tersebut, ataukah perlu membayarnya dengan beberapa kegagalan dulu. Bila harus gagal dulu, apakah masih dalam kemampuan untuk menghadapinya. Tapi dia tahu dan yakin bisa meraihnya. Makanya dia tidak berhenti akibat kegagalan yang dialaminya. Jika tidak bisa langsung, bisa dicoba ambil jalan memutar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mirip kalau kita melihat ada rambutan ranum pada pohon di atas kepala kita. Kita berupaya melompat meraihnya. Kita tahu satu lompatan mungkin belum akan membawa hasil. Masih coba-coba mengukur daya lompatan. Meski mungkin harus korban lutut lecet-lecet, tapi masih bisa ditahan. Bahkan kalau masih belum berhasil juga, masih ada jalan menggunakan alat. Pokoknya kita yakin bisa mendapatkannya dan terus mengupayakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja keyakinannya bukan keyakinan buta. Ada proses evaluasi, ada proses belajar dari tiap kegagalan. Langkah berikutnya harus makin baik dan makin mendekatkan diri ke arah tujuan yang akan diraih. Dan kepuasan yang dirasakan saat meraih tujuan serta melewati segala halangan itu kadang lebih tinggi dibanding hasilnya secara material.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5815905106224251294-3318466547593841284?l=suarakelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suarakelana.blogspot.com/feeds/3318466547593841284/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suarakelana.blogspot.com/2009/12/jera.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5815905106224251294/posts/default/3318466547593841284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5815905106224251294/posts/default/3318466547593841284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suarakelana.blogspot.com/2009/12/jera.html' title='Jera'/><author><name>Moci</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11761429467823316186</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5815905106224251294.post-4762310715939629143</id><published>2009-12-23T01:39:00.001+07:00</published><updated>2010-09-10T01:16:34.255+07:00</updated><title type='text'>Kemana Anda berinvestasi ?</title><content type='html'>Ada peribahasa yang populer bagi orang yang berinvestasi, yaitu “Jangan menaruh semua telur di dalam satu keranjang”. Artinya cukup jelas, yaitu jangan menginvestasikan semua uang yang dimiliki hanya pada satu jenis produk investasi. Contoh : semua uang didepositokan, atau semuanya untuk beli tanah atau emas. Tujuan nasihat ini adalah untuk mengurangi tingkat resiko. Lalu bagaimana baiknya ?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kadang ada yang berinvestasi pada satu jenis produk investasi tapi di tempat yang berbeda. Contoh : semua dana didepositokan tapi pada bank yang berlainan, semua dana untuk usaha tapi pada beberapa jenis usaha. Ini juga sudah lumayan bisa mengurangi resiko, walaupun masih cukup beresiko karena pada produk investasi yang sama.&lt;br /&gt;Sebelum anda memutuskan akan menginvestasikan uang anda dimana, sebaiknya terlebih dahulu anda menetapkan apa tujuan anda berinvestasi. Tujuan anda akan menentukan produk investasi apa saja yang dipilih. Beberapa tujuan orang berinvestasi misalnya adalah untuk :&lt;br /&gt;&gt; mendapatkan pemasukan rutin untuk biaya hidup &lt;br /&gt;&gt; melindungi modal atau aset dari inflasi&lt;br /&gt;&gt; membangun kekayaan dan meningkatkan aset &lt;br /&gt;&gt; mencari keuntungan besar lewat spekulasi bisnis beresiko tinggi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah beberapa alternatif investasi yang bisa dipertimbangkan untuk mencapai tujuan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Deposito.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Menaruh uang di bank atau deposito seyogyanya hanya untuk kepentingan likuiditas (mudah dicairkan). Dengan tingkat bunga/pengembalian saat ini yang sangat rendah (sekitar 6% - 7%) maka uang anda akan berkurang pelan-pelan nilainya karena digerus inflasi. Data inflasi rata-rata selama 8 tahun ke belakang kira-kira sebesar 9%. Dengan tingkat inflasi sebesar itu, maka uang anda akan turun nilainya tiap tahun sebesar 3% tanpa digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wujud nominalnya memang bertambah karena ada bunga. Tapi nilai manfaatnya turun, karena harga barang-barang di luaran naik lebih cepat (itulah inflasi).  Saran saya, gunakan deposito sebagai tempat menyimpan uang hanya untuk keperluan likuiditas. Saya menyimpan di deposito hanya untuk keperluan biaya hidup selama setahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Produk investasi keuangan lainnya.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud disini adalah berupa saham, obligasi, atau bentuk-bentuk produk yang dihasilkan oleh lembaga reksadana. Setiap jenis memiliki karakteristiknya masing-masing. Sebaiknya perlu mempelajarinya terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk menggunakan produk-produk ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Emas.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Emas murni bisa menjadi salah satu alternatif investasi. Bentuknya bisa berupa emas batangan, atau berupa koin dinar. Sejak dahulu emas dipercaya sebagai alat investasi karena relatif stabil dalam mengimbangi angka inflasi. Minimal nilai manfaat dana anda tidak berkurang akibat inflasi. Kalau beruntung bahkan bisa meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi lebih jelas tentang investasi berupa emas ini dapat anda cari di situs-situs internet yang cukup banyak dijumpai. Saya pun berniat membuat postingan khusus tentang ini. Tunggu tanggal terbitnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.suarakelana.com/2010/06/02/dibalik-artikel-bisnis-properti/"&gt;Properti&lt;/a&gt;.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Belakangan ini pilihan investasi di properti semakin diminati. Bahkan banyak yang melakukannya menggunakan dana &lt;a href="http://carabelajarmembuat.blogspot.com/2009/12/belajar-membuat-hutang-baik.html"&gt;hutang bank&lt;/a&gt;. Yang termasuk dalam kategori investasi ini yaitu properti berupa rumah tinggal, ruko, apartemen, kos-kosan, atau tanah kosong. Tingginya minat orang karena banyaknya informasi bahwa investasi ini adalah investasi tanpa rugi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namanya investasi pastilah selalu ada kemungkinan resiko rugi. Namun harus diakui bahwa investasi ini mampu mengatasi masalah inflasi, karena pada umumnya nilainya akan terangkat naik seiring inflasi. Namun harus dipahami bahwa investasi ini tidak likuid. Nilainya mungkin naik tapi sulit mendapatkan uangnya karena tidak mudah menjual properti. Kadang bertahun-tahun bisa juga tidak laku-laku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bisnis.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Bila tujuan investasi anda adalah untuk membangun kekayaan dan meningkatkan aset yang dimiliki, bisnis adalah pilihannya. Anda bisa membangun suatu bisnis baru, betul-betul mulai dari nol. Resikonya tinggi, namun bila berhasil akan memberikan modal kepercayaan diri yang tinggi dalam berbisnis selanjutnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa juga anda membangun kerjasama dengan pihak lain yang bisnisnya sudah jalan. Kerjasama bisa dilakukan dengan kerabat atau kawan yang sudah memiliki suatu usaha. Karena usaha sudah berjalan maka resiko gagal bisa diperkecil, meskipun tentu saja keuntungan harus terbagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan lainnya adalah  terjun ke bisnis franchise. Menurut saya ini adalah pilihan yang paling cocok bagi orang yang baru terjun ke dunia bisnis. Dengan sistem yang sudah tertata dan teruji, tingkat resiko jauh berkurang namun masih cukup memberikan peluang untuk meningkatkan aset anda. Disiplin mengikuti ketentuan dari pihak franchisor sangat penting diperhatikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam dunia bisnis, ada korelasi antara resiko dan keuntungan. Umumnya peluang keuntungan yang tinggi juga disertai dengan tingkat resiko kegagalan yang tinggi juga. Demikian juga sebaliknya. Mencoba bisnis-bisnis beresiko tinggi seyogyanya dilakukan bilamana anda sudah memiliki pengetahuan dan pengalaman yang cukup, dan cukup cadangan dana bila terjadi kegagalan/kerugian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sesuai isi pembukaan tulisan ini, anda bisa memecah dana yang anda miliki dalam beberapa pilihan investasi. Untuk langkah awal anda bisa menggunakan deposito sebagai tempat penampungan. Pilih jangka waktu yang singkat, misal deposito satu bulanan. Selanjutnya mulailah anda meningkatkan wawasan anda tentang produk investasi lainnya. Alokasikan dana anda ke suatu produk investasi hanya apabila anda telah betul-betul mempelajarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat berinvestasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5815905106224251294-4762310715939629143?l=suarakelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suarakelana.blogspot.com/feeds/4762310715939629143/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suarakelana.blogspot.com/2009/12/kemana-anda-berinvestasi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5815905106224251294/posts/default/4762310715939629143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5815905106224251294/posts/default/4762310715939629143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suarakelana.blogspot.com/2009/12/kemana-anda-berinvestasi.html' title='Kemana Anda berinvestasi ?'/><author><name>Moci</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11761429467823316186</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5815905106224251294.post-4969352661424155396</id><published>2009-12-20T13:33:00.000+07:00</published><updated>2009-12-20T14:23:59.551+07:00</updated><title type='text'>Kok Gagal ?? (edisi 2)</title><content type='html'>Di tulisan pertama saya mengupas tentang kabar kegagalan para peserta pensiun dini pada gerakan awal usahanya. Parameter yang digunakan untuk menyatakan indikasi gagal biasanya jika seseorang menderita kerugian besar dan kehilangan sejumlah besar uang. Betulkah demikian cara penilaiannya ?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kalau saya sering membuat polarisasi antara kutub karyawan vs kutub wirausahawan, hal itu bukanlah dibuat-buat. Perbedaannya memang nyata, terutama dalam cara berpikir. Kalau kesalahan penilaian hanya ada pada kita sebagai pengamat, hal itu tidak apa-apa. Namun kalau kesalahan tersebut justru terjadi pada pelakunya, ini baru bahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kita sudah sama-sama maklum dan paham bahwa para pengusaha sukses dulu-dulunya juga mengawali dengan berbagai kegagalan. Dari berbagai wawancara, berbagai seminar, dan otobiografi yang dibuat pengusaha sukses, umumnya kita mendengar perjuangan pantang menyerah mereka dalam mengatasinya. Sampai-sampai ada kalimat bijak yang kira-kira begini bunyinya : bahwa seseorang yang belum pernah gagal adalah biasa saja, tapi orang yang mengalami kegagalan dan mampu bangkit, barulah benar-benar hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya kita sepakat dengan hal tersebut. Namun anehnya, saat rekan kita mengawali usaha dan gagal, ternyata kita sulit menerimanya sebagai hal biasa. Bahkan ada yang memvonis langkah memasuki dunia usaha sebagai langkah blunder. Tidak boleh ada kata gagal yang menyebabkan kerugian sejumlah besar uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini memang cara berpikir yang karyawan banget. Masalahnya di dunia karyawan kan cuma ada pemasukan. Gaji, insentif, dan sebagainya. Tidak ada urusan pekerjaan yang membuatnya harus keluar uang, apalagi dalam jumlah besar. Bahkan kalau pun perusahaan merugi, hak-hak karyawan biasanya tetap wajib dibayarkan. Aman deh !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika para pelaku pensiun dini yang terjun ke dunia usaha tetap mempertahankan cara berpikir demikian, maka disinilah letak bahayanya. Bisa-bisa hanya kebagian pahitnya, tidak sempat merasakan manisnya. Begitu usaha gagal, semangat wirausaha yang tadinya menggebu langsung anjlog voltasenya. Padahal bisa saja keuntungan yang diharapkan justru ada pada langkah yang berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apakah ada jaminan kalau langkah berikutnya akan berhasil ? Hanya si pelakulah yang bisa berupaya memastikannya. Apakah kegagalan yang terjadi sudah dipelajari ? Apakah cara-cara mengurangi resiko sudah dipelajari dan diterapkan ? Karena resiko akan selalu ada. Yang diperlukan adalah mempelajarinya dan menaklukannya. Maka imbalan menarik tersedia di depannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan kegagalan kadang memang cukup panjang. Membutuhkan ketekunan, keuletan, semangat pantang menyerah, belajar terus menerus. Itu namanya semangat wirausaha. Dan seringkali cukup satu kali saja sukses, semua kepahitan tertutupi semua. Saya mengalaminya, dan kelak ceritanya saya akan sampaikan pada postingan lain waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5815905106224251294-4969352661424155396?l=suarakelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suarakelana.blogspot.com/feeds/4969352661424155396/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suarakelana.blogspot.com/2009/12/kok-gagal-edisi-2.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5815905106224251294/posts/default/4969352661424155396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5815905106224251294/posts/default/4969352661424155396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suarakelana.blogspot.com/2009/12/kok-gagal-edisi-2.html' title='Kok Gagal ?? (edisi 2)'/><author><name>Moci</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11761429467823316186</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5815905106224251294.post-1655150151520732114</id><published>2009-12-16T15:16:00.000+07:00</published><updated>2009-12-20T13:33:28.282+07:00</updated><title type='text'>Kok Gagal ?? (edisi 1)</title><content type='html'>Berdasarkan pengamatan saya, karyawan itu bagus dalam bekerjasama di dalam kantor. Tapi begitu urusan di luar kantor, urusan pribadi misalnya, maka yang terasa kental adalah aroma persaingan. Ada persaingan yang ditunjukkan cukup terang-terangan, tapi kebanyakan diantaranya bersifat terselubung. Dan itu terbawa hingga seorang karyawan pensiun. Weleh...weleh.....&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hasil kesimpulan saya ini tentu saja masih amat subyektif dan belum teruji kesahihannya. Pembaca mungkin bisa sama-sama mengamati di lingkungan masing-masing dan menyimpulkannya. Setelah itu beri pendapat di kotak komentar artikel blog ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, yang ingin saya bahas sebenarnya adalah fakta bahwa kebanyakan peserta pensiun dini gagal dalam usahanya setelah menjalani pensiun dini. Bahkan di salah satu institusi bisa mencapai sekitar 80 % yang gagal. Darimana mencari data ini saya tidak bisa jelaskan secara ilmiah. Akurasinya pastilah tidak bisa dipertanggungjawabkan. Namun sekali lagi kita bisa melihat di sekeliling kita, salahkah informasi ini ? Rasanya cukup bisa dipercaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya tidak aneh jika terjadi fenomena tersebut. Jangan lupa bahwa dunia yang mereka kenal selama ini memang dunia kerja, sebagian besar sangat awam dengan dunia usaha yang penuh intrik di dalamnya. Namun apapun permaklumannya, kenyataan ini amatlah mengkhawatirkan dan mengenaskan. Mestinya mereka mendapatkan hal yang lebih baik, bukan sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain masalah awamnya kebanyakan peserta pensiun dini dengan dunia usaha, hal lain yang patut disesalkan adalah tidak adanya kerjasama yang baik diantara mereka. Jangankan kerjasama, komunikasi pun rata-rata tidak ada. Sepertinya masing-masing berusaha menyembunyikan apa langkah yang dilakukan. Entah karena kurang pede atau karena keinginan menunjukkan kesuksesan pribadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita kerap tahu kalau para pengusaha yang tulen pun banyak membentuk asosiasi dan kerjasama usaha. Karena kerjasama di dalam usaha adalah mutlak adanya. Padahal kemungkinan besar awalnya mereka tidak saling kenal. Bisnis lah yang mempersatukan mereka. Makanya menjadi aneh jika para peserta pensiun dini, yang notabene banyak berasal dari 'kandang' yang sama, justru tidak melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belum pernah mendengar ada asosiasi yang terbentuk diantara peserta pensiun dini. Tidak perlu harus kerjasama usaha bila memang tidak ada kecocokan atau pun kepercayaan. Setidaknya tersedia ajang untuk berkumpul, saling tukar link eh... tukar pengalaman, dan saling memberi semangat. Pengalaman yang buruk bisa disampaikan agar tidak menimpa yang lainnya. Dan bila ada yang menjumpai peluang bagus serta masih ada peluang pemain baru maka juga bisa ditularkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa itu semua tidak terjadi ? Mengapa yang terjadi justru begitu lepas dari kantor, masing-masing menghilang tanpa kabar berita ? Biasanya cuma terdengar selentingan si A bergerak disana, si B usaha di sini, atau si C yang istirahat total. Selang beberapa bulan, mulailah kabar menggiriskan terdengar, meskipun juga hanya berupa selentingan. Usaha si A hancur berantakan, si B Cuma bisa bertahan, dan sebagainya. Wuihh.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amat menyesakkan dada ¡&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, ide membuat blog ini salah satunya adalah untuk mengurangi kondisi negatif tersebut. Saya berharap para peserta pendi bisa saling berkomunikasi disini melalui komentar. Bisa juga melalui tulisan tentunya bila memang ada hal penting yang kiranya perlu disampaikan. Bila bertemu langsung dirasa banyak kendala, melalui blog ini kendala jarak jauh bisa dihilangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga bisa berharap adanya masukan dari rekan-rekan yang masih aktif bekerja serta pembaca lainnya yang bersimpati. Makanya blog ini pun sifatnya terbuka buat siapa saja. Bila semua ini bisa berjalan, bisa diharapkan angka kegagalan seperti dilansir di atas bisa jauh berkurang. Semoga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5815905106224251294-1655150151520732114?l=suarakelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suarakelana.blogspot.com/feeds/1655150151520732114/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suarakelana.blogspot.com/2009/12/kok-gagal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5815905106224251294/posts/default/1655150151520732114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5815905106224251294/posts/default/1655150151520732114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suarakelana.blogspot.com/2009/12/kok-gagal.html' title='Kok Gagal ?? (edisi 1)'/><author><name>Moci</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11761429467823316186</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5815905106224251294.post-8096235781813024514</id><published>2009-12-16T03:05:00.001+07:00</published><updated>2010-09-10T01:06:21.014+07:00</updated><title type='text'>Mengapa Pensiun Dini</title><content type='html'>Jika pertanyaan ini diajukan ke peserta &lt;a href="http://suarakelana.blogspot.com/"&gt;pensiun dini&lt;/a&gt;, beragam jawaban  akan kita dapatkan. Dari alasan sudah tidak bisa mengikuti perkembangan perusahaan, alasan demi mengatasi suatu permasalahan, ada peluang baru di luar, hingga alasan sekedar sudah lelah bekerja dan ingin secepatnya menikmati masa istirahat. Alasan yang terakhir, kata lainnya adalah sekedar ingin jadi pengangguran.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ingin jadi pengangguran sebenarnya bukanlah sekedar. Bagi saya ini justru merupakan pencapaian tertinggi. Masalahnya adalah kondisi yang menyertai posisi menganggur tersebut. Misalnya, apakah sudah mencapai kebebasan finansial. Artinya, bahwa kondisi keuangan sudah menjamin kebutuhan hidup selama masa menganggur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk saya pribadi, pengangguran merupakan strategi keluar saya. Tentunya dengan beberapa parameter sebagai persyaratannya. Dan salah satu yang terpenting tentunya adalah kebebasan finansial. Kalau pakai rumus matematik, pemasukan tanpa kerja/usaha &gt; biaya hidup. Istilah populernya, pendapatan pasif &gt; biaya hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persyaratan lainnya adalah bahwa menganggur bukan berarti tidak produktif, namun karena sistem sudah berjalan. Baik sistem investasi maupun sistem bisnis. Jangan dilupakan bahwa bukan hanya diri kita dan keluarga saja yang perlu dicukupi. Ada orang-orang yang kebetulan tidak memiliki kemampuan dan kesempatan seperti kita yang perlu juga dibantu. Produktifitas harus tetap dijaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, jadi tujuan saya &lt;a href="http://suarakelana.blogspot.com/"&gt;pensiun dini&lt;/a&gt; adalah agar lebih cepat jadi pengangguran. Pengangguran yang berkecukupan dan mampu membantu sesama. Lebih cepat berarti mempunyai kendali terhadap waktu. Berkecukupan berarti mempunyai kendali terhadap pemilihan tingkat hasil/pendapatan yang diterima. Mampu membantu sesama berarti memiliki keluangan  waktu, tenaga, dan dana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja semuanya tetap dalam koridor atas ijin Alloh Swt. Dan agar dapat ijin maka niat dan pelaksanaannya juga harus baik, membawa manfaat dan tidak menyusahkan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal di atas amat sulit saya raih di dunia kerja. Sulit rasanya berupaya agar setiap sekian tahun naik pangkat. Terlalu banyak variabelnya. Dalam hal pendapatan gaji juga sudah diatur dan tanpa kejutan-kejutan berarti. Jika bulan ini saya lipatgandakan kerja keras saya maka tidak serta merta pemasukan bertambah. Sedangkan mencari keluangan waktu, tenaga, dan dana sudah terbukti selama ini belum berhasil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas pendi, saya belum akan menganggur. Namun berupaya mencari cara agar secepatnya bisa menganggur. Inginnya ya sebelum usia 55. Dan disinilah tantangannya. Bermodalkan hasil investasi semasa kerja (dana dan kompetensi), berupaya mencari kendali lebih besar untuk mempercepat pencapaian tujuan. Bisa berhasil, bisa gagal total. Tapi itulah seninya. Hidup kembali dimulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5815905106224251294-8096235781813024514?l=suarakelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suarakelana.blogspot.com/feeds/8096235781813024514/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suarakelana.blogspot.com/2009/12/mengapa-pensiun-dini.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5815905106224251294/posts/default/8096235781813024514'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5815905106224251294/posts/default/8096235781813024514'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suarakelana.blogspot.com/2009/12/mengapa-pensiun-dini.html' title='Mengapa Pensiun Dini'/><author><name>Moci</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11761429467823316186</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5815905106224251294.post-883855237400842263</id><published>2009-12-15T21:43:00.000+07:00</published><updated>2009-12-15T21:46:15.988+07:00</updated><title type='text'>Memandang Kerja Sebagai Investasi</title><content type='html'>Tetangga saya, Pak Dahlan, biasa kami panggil Pak RW, adalah seorang pensiunan Pemda yang pensiun normal beberapa tahun yang lalu. Ada pandangan tentang kerja yang cukup berkesan buat saya. Yaitu bahwa beliau memandang kerja sebagai investasi bisnis. Selama ini kalau saya mendengar kata investasi bisnis, konotasi saya adalah ke dunia bisnis atau wirausaha, bukan dunia kerja. Apakah maksud perkataan pak RW ini ¿&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ketua RW saya ini berkata bahwa kerja tidak ubahnya bisnis. Dengan modal awal berupa pendidikan atau ketrampilan, selanjutnya dijalankan dan menghasilkan laba bulanan berupa gaji. Seiring peningkatan karir, bisnis makin membesar dan menghasilkan laba gaji yang kian besar juga. Dan selayaknya bisnis, ada aset yang berkembang/meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa disadari oleh si karyawan (kadang), dari aset nol saat mulai bekerja dulu, di usia pensiun karyawan telah memiliki aset yang diwujudkan dalam bentuk tunjangan pensiun plus kelengkapan lainnya (misal : pengobatan). Jika ingin melihat lebih jelas wujud aset tersebut adalah pada kasus karyawan pensiun dini. Sejumlah uang kompensasi yang diterima merupakan aset yang dibangunnya selama kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja semua itu masih tergantung kepada kondisi kantor atau perusahaan dimana yang bersangkutan bekerja. Bonafid atau tidak. Selain itu juga faktor perkembangannya, apakah perusahaan tumbuh pesat atau tidak. Karena ada juga perusahaan yang tidak memiliki program apa pun mengenai hal ini sehingga karyawan hanya memperoleh gaji dan tak tersisa apa pun saat pensiun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya berbentuk uang, aset yang diperoleh seorang karyawan dari pekerjaannya. Pendidikan, ketrampilan dan pengalaman yang terbentuk selama bekerja juga merupakan aset yang tak ternilai. Tidak mustahil jika ketiga aset tak nampak ini justru memiliki nilai lebih tinggi dibanding sekedar uang kompensasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini saya bekerja dengan kesadaran penuh tentang hal di atas. Bila ajuan pensiun dini saya disetujui, saya akan menikmati hasil investasi saya selama 22 tahun ini dalam bentuk sejumlah dana dan berbagai pengetahuan, ketrampilan serta pengalaman saya di perusahaan. Dan saya akan lanjutkan proses investasi saya menggunakan hasil yang saya peroleh dari kegiatan investasi pertama tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memandang kerja sebagai investasi bisnis membuat kita tidak hanya memikirkan gaji beserta tunjangan-tunjangannya saja. Kita seyogyanya secara sadar terus berupaya meningkatkan kinerja investasi kita melalui peningkatan pengetahuan, ketrampilan , dan pengalaman. Tidak menjadikan tugas pekerjaan sebagai beban belaka namun berupaya mempelajari ilmunya. Semakin beragam dan penting tugas yang diberikan perusahaan, maka semakin meningkat nilai investasi kita disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dirinci, aset tak nampak yang saya peroleh diantaranya adalah : kemampuan dan ketrampilan bekerja dengan IT, pengalaman menangani alat produksi, kemampuan dan pengalaman menangani pelanggan, kemampuan mengelola tim kerja (kepemimpinan), dan sebagainya. Oya, hampir lupa, S-1 saya juga dibiayai perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bila pensiun dini saya disetujui, saya siap dengan investasi bisnis tahap kedua, menggunakan hasil-hasil pada investasi pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5815905106224251294-883855237400842263?l=suarakelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suarakelana.blogspot.com/feeds/883855237400842263/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suarakelana.blogspot.com/2009/12/memandang-kerja-sebagai-investasi.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5815905106224251294/posts/default/883855237400842263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5815905106224251294/posts/default/883855237400842263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suarakelana.blogspot.com/2009/12/memandang-kerja-sebagai-investasi.html' title='Memandang Kerja Sebagai Investasi'/><author><name>Moci</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11761429467823316186</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5815905106224251294.post-1934930428558936154</id><published>2009-12-15T16:10:00.002+07:00</published><updated>2009-12-30T23:21:54.707+07:00</updated><title type='text'>FORUM DISKUSI : tempat berkenalan, diskusi, bertanya, dll</title><content type='html'>&lt;div class="js-kit-comments" permalink=""&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://js-kit.com/comments.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5815905106224251294-1934930428558936154?l=suarakelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suarakelana.blogspot.com/feeds/1934930428558936154/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suarakelana.blogspot.com/2009/12/menunggu-pensiun-dini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5815905106224251294/posts/default/1934930428558936154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5815905106224251294/posts/default/1934930428558936154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suarakelana.blogspot.com/2009/12/menunggu-pensiun-dini.html' title='FORUM DISKUSI : tempat berkenalan, diskusi, bertanya, dll'/><author><name>Moci</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11761429467823316186</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
