Ternyata mbah Google itu cukup menghargai pensiunan. Buktinya blog ini yang amat jarang update artikel, bahkan artikel terakhir sudah satu setengah bulan yang lalu, beliau kasih hadiah PR-1. Padahal Keliling Blog yang relatif lebih sering update cuma dapet PR-0.
Jadi mungkin memang ada permakluman jika pensiunan itu sudah semakin kurang aktif, hehe.. Enerji juga udah berkurang banyak, kecepatan berfikir juga udah model Pentium-1. Apa memang begitu ?
Semestinya sih tidak begitu. Jika fisik tetap dijaga, jika fikiran terus dipakai mengolah, penurunan kemampuan itu tidak akan terlalu terasa, sehingga sampai perlu dimaklumi. Kasihan amat, Amat aja gak pernah minta dikasihani, hehe...
Tapi yang namanya trigger atau pemicu itu memang merupakan hal yang diperlukan. Semua ada lantarannya. Contohnya blog ini jadi saya update lagi setelah munculnya PR-1 buat blog Pensiun Dini ini.
Sejalan dengan itu, para purnabhakti atau purnakarya, terserah apalah sebutannya, mesti pandai-pandai mencari bahan untuk pemicu tersebut. Jika ingin selalu bersemangat. Jika ingin gelora kehidupan tetap bersemayam di raga.
Kondisi purnakarya tidak harus mengubah banyak ritme hidup. Tidak harus mengisi waktunya hanya sekedar kumpul-kumpul sesama pensiunan, ngobrol ngalor-ngidul mengenang kehebatan tempo dulu. Ada yang bisa dilakukan lebih dari itu.
Caranya ? Untuk tahap awal, cobalah cari sumber api semangat anda. Anggap saja seperti mencari setitik bara di sisa-sisa kebakaran. Cari dan temukan sebelum segala sesuatunya sudah mendingin. Akan lebih sulit menyalakannya kembali.
Ngobrol dengan sesama pensiunan, termasuk yang pensiun dini, mungkin ada point bagusnya juga. Asalkan tidak berhenti pada proses kenang-mengenang. Mulailah mencari hal-hal yang lebih produktif. Dan yang sekiranya mampu memicu gairah kembali.
Cara Mendidik Anak : Suatu Diskusi Kecil.
-
Topik tentang cara mendidik anak merupakan topik yang luas. Jika anda
mencoba membaca pendapat para ahli, ada banyak sudut pandang tentang cara
mendidik an...
15 tahun yang lalu
