Selasa, 23 Februari 2010

Karyawan Atau Pensiunan Sama Saja

. Selasa, 23 Februari 2010
0 komentar

Ah, yang benar saja, ya jelas beda dong. Yang satu masih aktif bekerja, bergulat dengan tugas-tugas dan target harian. Sedangkan yang satu lagi sudah tidak terbebani hal semacam itu.

Pada kenyataannya tidak semuanya berbeda atau berubah. Sikap, karakter, etos kerja, tidak mudah untuk berubah. Meski bidang operasinya mungkin berbeda. Jejak dan kebiasaan puluhan tahun tentunya sudah menjadi budaya.

Kedisiplinan terhadap tujuan, konsistensi dalam pelaksanaan tugas adalah sesuatu yang akan terus terbawa meskipun seseorang telah pensiun. Yang membedakan hanya bidang kegiatannya. Sedangkan ruhnya sama.

Misalkan saja bagi anda yang terjun ke kegiatan sosial kemasyarakatan. Coba amati bagaimana pola pikir dan cara anda bertindak. Bandingkan dengan orang lain. Akan terasa munculnya karakter anda semasa bekerja dulu, sebelum menjalankan pensiun dini.

Apalagi bagi anda yang terjun ke bisnis pensiunan. Dalam banyak hal tidak akan banyak bedanya dengan semasa masih aktif sebagai karyawan. Hanya saja diupayakan agar mindset karyawan jangan dibawa terus, karena berbeda dengan mindset bisnis.

Apakah anda para peserta pensiun dini juga merasakan semua itu ? Mestinya ya. Jika anda merasakan hal yang berbeda, anda dapat menuliskannya di komentar.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Senin, 22 Februari 2010

Tetap Sibuk

. Senin, 22 Februari 2010
0 komentar

Sebelumnya saya banyak mendengar, bahwa seseorang yang biasa sibuk di tempat kerja, akan merasakan kekosongan saat menjalani pensiun, terlebih pensiun dini. Setelah berjalan sebulan tanpa kerja, mulai terasa iseng mau ngerjain apa. Sebagian orang menjadi terbiasa dan menjalani kehidupan tanpa kesibukan berarti, sebagian lagi mulai mencari-cari kesibukan.

Anehnya saya justru belum terlalu merasakan jadi pensiunan. Hampir dua bulan berlalu, namun masih terasa kekurangan waktu. Masih banyak pe-er harus dikerjakan dan diselesaikan. Sampai lupa bahwa saya sebenarnya sudah dan baru saja pensiun dari pekerjaan yang ditekuni selama 22 tahun.

Banyak agenda yang harus dikerjakan. Mulai dari yang remeh-temeh mengurus rumah hingga yang sifatnya strategis berhubungan dengan masa depan. Masa depan saya dan anak-anak saya tentunya. Karena saya tidak ingin menjalani masa pensiun lebih buruk dibanding masa aktif bekerja.

Yang lebih menyita waktu lagi adalah karena saya harus mulai belajar lagi. Sekarang dan ke depan adalah dunia internet yang serba online. Saya masih asing dan belum memiliki wawasan dan kemampuan cukup untuk berenang di dalamnya. Meski dengan otak yang sudah lemot dan penglihatan yang mulai kabur, dunia ini harus saya mengerti dan pahami.

Nah, bagaimana mungkin ada waktu luang ?

Klik disini untuk melanjutkan »»
 
Blog Pensiun Dini is proudly powered by Blogger.com | Template by Agus Ramadhani | o-om.com